suriahJENEWA–Kehidupan rakyat Suriah semakin hari semakin memprihatinkan. Selama konflik 22 bulan, warga Suriah menghadapi ancaman yang tak kalah berbahaya dengan ancaman mortir dan peluru. Kurangnya pasokan bahan makan menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup warga Suriah.

Badan Pangan Dunia (WFP) mengatakan bahwa sebanyak satu juta warga Suriah diperkirakan menderita kelaparan dan kurangnya bahan makanan. Elisabeth Byrs -Juru bicara organisasi tersebut- menyebut rendahnya faktor keamanan menjadi hambatan utaman dalam pendistribusian bantuan, disamping pembatasan ketat yang diberlakukan oleh pemerintah Damaskus, demikian seperti dikutip islamtoday, Rabu (9/1).

“Rekan utama kami, Palang Merah, kewalahan dan tidak memiliki kapasitas untuk memperluas jangkauan,” kata Byrs.

Dikutip dari BBC, Selasa (8/1), Byrs juga menambahkan bahwa WFP untuk sementara menarik staf dari kantor-kantornya di Homs, Aleppo, Tartous, dan Qamisly karena situasi di kota-kota tersebut semakin berbahaya. Meskipun begitu pada Desember lalu WFP untuk pertama kalinya selama berbulan-bulan mampu menjangkau daerah-daerah parah di dekat perbatasan Turki.

Sementara itu Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan jumlah pengungsi yang melarikan diri dari Suriah meningkat hampir 100.000 jiwa selama satu bulan terakhir. UNHCR mengatakan terdapat 597.240 pengungsi yang terdaftar sejauh ini, disamping ratusan ribu lainnya yang tak terdaftar.

[Sumber: gemaislam.com]