Ubaidillah bin Abi Ja’far salah seorang ahli fikih dan ahli hikmah negeri Mesir pada zamannya berkata, “Apabila seseorang sedang berbicara dalam suatu majelis, kemudian timbul dalam dirinya rasa ta’ajub (berbangga diri) dengan pembicaraannya tersebut, maka hendaklah ia diam. Sebaliknya, apabila ia sedang diam dalam suatu majelis, kemudian timbul dalam dirinya rasa ta’ajub dengan diamnya tersebut, maka hendaklah ia berbicara.”

(Sumber : Qaala Ibnu Rajab, halaman 93)