Kesempatan termahal itu adalah kesempatan mendapatkan hidayah. Mahalnya kesempatan ini karena mahalnya nilai sebuah hidayah. Betapa tidak nilai hidayah itu mahal, sementara dengannya seorang dapat meniti jalan kehidupan dengan jelas dan terang, dengannya ia terbimbing menuju kepada keselamatan dan kebahagiaan di kehidupan dunia, bahkan sampai di kehidupan akhirat.

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى

“Maka jika datang kepadamu petunjuk daripadaKu, lalu barangsiapa yang mengikut petunjukKu, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (Thaha: 123)

Namun, apakah Anda pernah berhenti sejenak untuk mentadabburi ayat-ayat berikut ini yang menjelaskan kemurkaan Allah terhadap sekelompok orang hingga Allah menetapkan atas mereka tidak akan mendapatkan hidayah selamanya?

Renungkan firmanNya,

وَأُوحِيَ إِلَى نُوحٍ أَنَّهُ لَنْ يُؤْمِنَ مِنْ قَوْمِكَ إِلَّا مَنْ قَدْ آمَنَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan.” (Huud: 36)

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka.” (an-Nisa: 168)

Sungguh, telah dibentangkan kepada mereka kesempatan-kesempatan untuk mendapatkan hidayah namun mereka mengabaikannya.

Karena itu, jadilah Anda orang yang takut dan waspada terhadap makar Allah, orang yang mengharap rahmat-Nya, dan segeralah beramal sebelum terlewat kesempatannya, dan janganlah Anda menjadi orang yang suka menunda-nunda dengan mengatakan nanti…nanti… dan nanti…
Dengan segera mengambil kesempatan, semoga Anda akan mendapatkan keuntungan dan keselamatan.

(“Liyaddabbaruu Aayaatihi”, 6/49)