Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud -semoga Allah meridhainya- bahwa ia keluar (dari rumahnya) pada malam terakhir dari bulan Ramadhan, lalu ia berseru seranya berkata,

Siapakah gerangan orang yang diterima (amalnya) malam ini, maka kami ucapkan selamat kepadanya.

Dan siapa pula gerangan orang yang diharamkan (untuk memperoleh seabreg pahala kebaikan) lagi tertolak (amalnya) malam ini, maka kami ucapkan duka cita kepadanya.

Wahai orang-orang yang diterima (amalnya), selamat untuk Anda!

Wahai orang yang diharamkan (untuk memperoleh seabreg pahala kebaikan) lagi tertolak (amalnya), semoga Allah mengganti sesuatu yang hilang dari Anda.

(al-Marwaziy, Mukhtashar Qaiyam al-Lail, hal.213)