Allah _Subhanahu wa Ta’ala_ berfirman,
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (Qaaf : 16)
Abu Sulaiman berkata,
“Sungguh orang yang merugi itu adalah orang yang memperlihatkan kepada manusia amal kebaikannya dan menyembunyikan kebusukannya kepada Dzat yang lebih dekat dengan dirinya dari urat leher (Allah Subhanahu wa Ta’ala).”
(Ibnu Rojab, Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, 162)



