Allah سُبْحَانَهُ وَتعالَى berfirman,

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ . مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُ . لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلْأَبْرَارِ

“Jangan sekali-kali kamu terpedaya oleh kegiatan orang-orang kafir (yang bergerak) di seluruh negeri.

Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah neraka Jahannam. (Jahannam) itu seburuk-buruk tempat tinggal.

Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka akan mendapat Surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya sebagai karunia dari Allah.

Dan apa yang di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.” (Ali Imran : 196-198)

 

Dari Mujahid, Ubaid bin Umair رَحِمَهُ اللهُ berkata,

“Sesesungguhnya Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى memberikan dunia kepada orang yang Dia cintai dan yang tidak Dia cintai, dan tidak memberikan agama kecuali kepada orang yang Dia cintai.

Maka, jika Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى mencintai seorang hamba, Dia akan memberikan iman kepadanya.”

(Ahmad bin Hanbal, az-Zuhd, 1/390)