Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman:
ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ
“Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzhalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.” (Fathir : 32)
Ja’far meriwayatan, “Aku mendengar Malik رَحِمَهُ اللهُ berkata,
‘Wahai manusia!
Para pendosa kalian banyak, baik muda maupun tua, maka semoga Allah merahmati orang yang melazimi perkataan yang baik dan amal shaleh serta berkesinambungan (dalam beramal).”
(Ahmad bin Hanbal, Az-Zuhd, 1/320)



