Allah ﷻ berfirman tentang para penduduk Surga:

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ (34)
الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ (35)

“Mereka (para penduduk Surga) berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

(Dia) yang menempatkan kami di tempat yang kekal (surga) dengan karunia-Nya. Di dalamnya kami tidak lelah dan lesu.” (Fathir : 34-35)

Abu Ja’far bin Aunillah rahimahullah, mengatakan:

Saya pernah mendengar dengan kedua telingaku ini kalau Abu Wahb rahimahullah pernah berkata,

“Tidak ada lagi kesengsaraan ketika seseorang sudah masuk ke dalam Surga yang penuh dengan kenikmatan, sedangkan manusia pada hari kiamat nanti pasti melewati hari perhitungan, tidak ada yang bisa menyelamatkan dari itu semua melainkan dengan selalu menetapi rasa dzul, merendahkan diri kepada Allah ﷻ sambil mentaati-Nya, dan merasa sangat rendah di hadapan kekuasaan yang Maha Agung lagi Maha Perkasa, serta sabar dalam menjalani kehidupan di dunia, sehingga dia keluar dari kehidupannya.”

(Imam adz-Dzahabi “SiyarA’lamu Nubala” 15/507).