Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (al-Baqarah : 186)

Salman al-Farisi radhiyalahu ‘anhu, berkata,

“Ketika menciptakan Adam ‘alaihis salam Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Aku memiliki hak, kamu memiliki hak, dan antara Aku dan kamu ada hak.

Adapun yang menjadi hak-Ku adalah kamu menyembah-Ku dan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu pun.

Adapun yang menjadi hakmu adalah amalan yang kamu lakukan akan Aku balas dan Aku ampuni (dosa-dosamu) karena Aku adalah Dzat yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Adapun hak antara Aku dan kamu adalah kamu berhak meminta dan berdoa, sedangkan Aku mengabulkan dan memberi.”

(Ahmad bin Hanbal, az-Zuhd, hal. 79)