Allah ﷻ berfirman:

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (16) وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى (17)

“Sedangkan kalian mengutamakan kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (Al-A‘la: 16–17)

Abdurrahman bin Yazid bin Tamim berkata, “Aku mendengar Bilal bin Sa‘d berkata:

❝ Wahai calon penduduk kekekalan dan keabadian! ❞

Sungguh, kalian tidak diciptakan untuk negeri yang fana (dunia). Sebaliknya, kalian akan berpindah dari satu negeri ke negeri yang lain sebagaimana kalian berpindah dari sulbi ke rahim, dari rahim ke dunia, dari dunia ke kubur, dari kubur ke tempat berdiri (di Padang Mahsyar), dari tempat berdiri (di Padang Mahsyar) menuju tempat yang kekal (boleh jadi di surga, boleh jadi di neraka).”

(Sumber: Ahmad bin Hanbal, az-Zuhd, hlm. 509)