“Urusan terpenting sejatinya bukanlah urusan beramal, tetapi urusan yang terpenting adalah menjaga amal dari sesuatu yang akan merusaknya dan menjadikannya sia-sia.

Maka, riya walau pun lembut, ia menyebabkan amal sia-sia. Dan ria itu pintu-pintunya banyak. Dan keadaan amal yang dilakukan dengan ria, meskipun dibalut dengan ikatan mengikuti sunnah, hal tersebut merupakan kebatilan.”

(Ibnul Qayyim, al-Wabil ash-Shayyib, hal.20)