Tidur adalah sarana yang dijadikan oleh Allah untuk mengistirahatkan tubuh kita, dan ini merupakan karunia Allah yang besar, betapa tidak sementara pada ghalibnya setelah tidur dengan kadar yang cukup, badan menjadi fres kembali.

Segala puji bagi-Nya yang telah beriman,

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

“Dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat.” (Qs. an-Naba : 9)

Saudaraku…
Di sana ada peluang untuk menambah nilai plus nikmat yang satu ini, yaitu dengan kita meniatkan untuk bangun mengerjakan shalat malam kala kita beranjak ke pembaringan. Perhatikan hadis ini…!
Nabi ﷺ bersabda,

مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُوْمَ فَيُصَلِّيَ مِنَ اللَّيْلِ فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ حَتَّى يُصْبِحَ كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى . وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ

“Barangsiapa yang mendatangi tempat tidurnya sedang dia berniat bangun untuk shalat malam, lalu dia tertidur sampai pagi niscaya ditulis untuknya apa yang dia niatkan dan tidurnya itu adalah sedekah dari Rabbnya.” (HR. an-Nasai dan Ibnu Majah)

Ungkapan beliau كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى niscaya ditulis untuknya apa yang dia niatkan, yakni, dituliskan untuknya pahala melaksanakan shalat malam.