Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian tau siapakah orang yang bangkrut itu?”, para shahabat menjawab: “Wahai Rasulullah, menurut kami orang yang bangkrut itu adalah orang yang tidak mempunyai dirham (uang), dan harta benda”, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakatnya, (akan tetapi) dia telah mencaci-maki sifulan, dan memakan harta sifulan, dan menumpahkan darah sifulan, serta memukul sifulan, maka kemudian ia didudukan dan diberikan kebaikan-kebaikannya kepada sifulan, dan kepada sifulan yang (lain), jika kebaikannya telah habis sebelum semua orang tersebut diberikan (haknya), maka diambil dari keburukan-keburukan mereka, dan dilemparkan kepadanya lalu ia dilemparkan ke dalam neraka”. (HR.Ibnu Hibban, di dalam shahihnya: 10/259)