Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram” (at-Taubah : 36)
Termasuk keistimewaan bulan-bulan ini dan termasuk sebab pengagungannya adalah kedekatannya dan bersambungnya bulan-bulan ini dengan musim-musim ibadah.
Maka, bulan Rajab (misalnya) termasuk bulan untuk mempersiapkan diri menghadapi bulan Ramadhan.
Ibnu Rajab رَحِمَهُ اللهُ mengatakan,
شَهْرُ رَجَبٍ مِفْتَاحُ أَشْهُرِ الْخَيْرِ وَالْبَرَكَةِ
Bulan Rajab adalah kunci bulan-bulan baik dan penuh berkah (Latha-if al-Ma’arif, hal. 121)
(Muhammad al-Khauliy, Al-Asyhur al-Hurum ; Makanatuha Wa Khasha-ishuha Fi al-Qur’an al-Karim)



