Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ (22) عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ (23) تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ (24) يُسْقَوْنَ مِنْ رَحِيقٍ مَخْتُومٍ (25) خِتَامُهُ مِسْكٌ وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ (26)
Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.
Mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.
Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.
Mereka diberi minum dari khamer murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih dilak (disegel)
Laknya dari kasturi. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba
(al-Muthaffifin : 22-26)
Ayyub meriwayatkan, aku pernah mendengar al-Hasan رَحِمَهُ اللهُ berkata,
إِذَا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يُنَافِسُ فِي الدُّنْيَا فَنَافِسْهُ فِي الْآخِرَةِ
“Apabila engkau melihat seseorang bersaing dalam urusan dunia, maka saingilah dia dalam urusan akhirat.”
(Ahmad bin Hanbal, az-Zuhd, 1/217)



