Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.
Barang siapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan.
Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”
(Ali Imran : 185)
Muhammad bin Abdul Aziz bin Salman berkata, aku mendengar Malik bin Dinar rahimahullah berkata,
“Mengherankan sekali orang yang tahu bahwa kematian adalah kepastian dan kuburun adalah tempat singgahnya, bisa tenang dengan dunia. Bagaimana mungkin hidupnya bisa senang ?”
Lalu dia menangis hingga pingsan.
(Ibnul Jauzi, Shifatu ash-Shafwah, 3/277)



