Barang siapa belum merasa tenang jiwanya di dunia ini dengan syariat Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى dan hukum-Nya, niscaya ia tak bakal tenang di akhirat. Belum pernahkah ia mendengarkan seruan nan agung itu,

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ . ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً . فَادْخُلِي فِي عِبَادِي . وَادْخُلِي جَنَّتِي

“Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (Qs. al-Fajr : 27-30)

Maka, hendaklah Anda tenang di sini di dunia ini dengan mengamalkan syariat Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى dan hukum-hukumNya agar Anda merasa tenang nantinya di sana di akhirat nanti di dalam Surga-Nya yang penuh dengan nikmat.

(Liyaddabbaruu Aayaatihi, 6/113)