Allah ﷻ berfirman:

قُلۡ يَتَوَفَّىٰكُم مَّلَكُ ٱلۡمَوۡتِ ٱلَّذِي وُكِّلَ بِكُمۡ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ تُرۡجَعُونَ

Katakanlah, “Malaikat maut yang diserahi (tugas) untuk (mencabut nyawa)-mu akan mematikanmu, kemudian kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (As-Sajdah : 11)

Ubaidullah bin Syumaith bercerita, aku pernah mendengar ayah berkata:
“Wahai orang yang tertipu dengan kesehatan yang panjang, tidakkah kamu melihat orang yang mati tanpa sakit sama sekali ?

Wahai orang yang tertipu dengan kesantaian, tidakkah kamu melihat orang yang diambil nyawanya tanpa persiapan ?

Apakah kalian tertipu dengan kesehatan ?

Ataukah kalian berbangga dengan kekuatan ?

Ataukah kalian merasa aman dari kematian ?

Ataukah kalian sudah berani terhadap malaikat maut ?

Sesungguhnya jika malaikat maut sudah datang, ia tidak bisa dihalangi oleh kekayaanmu maupun harta simpananmu. Tidakkah kamu tahu bahwa sakaratul itu berat, sesak, dan penuh penyesalan ? “

Kemudian ayah melanjutkan :
“Semoga Allah ﷻ merahmati seorang hamba yang beramal untuk saat-saat kematian.

Semoga Allahﷻ merahmati seorang hamba yang beramal untuk kehidupan setelah kematian.

Semoga Allah ﷻ merahmati seorang hamba yang memperhatikan dirinya sendiri sebelum kematian datang menghampirinya.”

(Ibnul Jauzi, Shifatu ash-Shafwah, 3/347)