Allah ﷻ berfirman,
وَذَرُوا ظَاهِرَ الْإِثْمِ وَبَاطِنَهُ إِنَّ الَّذِينَ يَكْسِبُونَ الْإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوا يَقْتَرِفُونَ
“Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan.” (al-An’am: 120)
Hakim rahimahullah berkata,
إِنْ تَعِبْتَ فِي الْبِرِّ فَإِنَّ التَّعَبَ يَزُوْلُ وَالْبِرُّ يَبْقَى، وَإِنْ تَلَذَّذْتَ بِالْآثَامِ فَإِنَّ اللَّذَّةَّ تَزُوْلُ وَاْلآثَامُ تَبْقَى
“Meskipun engkau keletihan dalam (mengerjakan) kebaikan itu, niscaya keletihan itu bakal sirna, sementara kebaikan itu akan tetap ada.
Dan, sekali pun engkau menikmati kelezatan dengan melakukan dosa-dosa, niscaya kelezatan itu akan sirna, sementara dosa-dosa itu akan tetep ada.”
(Abu Sa’d Manshur bin al-Hushain al-Aabi, ‘Natsru ad-Durri’, 7/18)





