اَلْحَمْدُ لِلَّهِ, اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفِةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَرَ أَوْ أَرَادَ شُكُوْرًا
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا وَسَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. بَعَثَهُ بَيْنَ يَدَي السَّاعَةِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا وَدَاعِيًا إِلَيْهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأْصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ بِإِحْسَانٍ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
: أَمَّا بَعْدُ
Wahai saudara-saudara seiman!
Sesungguhnya ketakwaan dan rasa takut kepada Allah ﷻ merupakan tempat beristirahatnya jiwa, penyejuk hati, penentram batin, dan penenang ruh.
Siapa yang benar-benar mewujudkan ketakwaan, niscaya ia akan naik ke derajat-derajat kemuliaan dan mencapai kedudukan yang tinggi. Allah ﷻ berfirman :
قُلۡ مَتَٰعُ ٱلدُّنۡيَا قَلِيلٞ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ لِّمَنِ ٱتَّقَىٰ
Katakanlah, “Kesenangan dunia itu hanya sedikit sedangkan akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa.” (an-Nisa : 77)
Wahai umat Islam!
Sesungguhnya pada pergantian lembaran hari dan berlalunya bulan serta tahun terdapat pelajaran dan peringatan bagi orang-orang yang memiliki pandangan yang tajam. Di dalamnya juga terdapat hiburan dan kabar yang menggembirakan.
Cepatnya perputaran waktu semestinya membuat orang yang berakal berhenti sejenak untuk menengok masa lalunya, dan merenungkan keadaan dirinya saat ini, serta memikirkan masa depannya.
Dengan demikian, hal itu menjadi nasehat bagi setiap orang yang lalai agar segera mempersiapkan bekal. Sekaligus menjadi penghibur bagi orang yang sedang ditimpa kesusahan, karena masa-masa sulit pada akhirnya akan berlalu. Oleh karena itu, orang yang lalai tertipu oleh kehidupan dunia, dan jangan pula orang yang sedang dilanda kesempitan berputus asa.
Allah ﷻ berfirman :
وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ خِلۡفَةٗ لِّمَنۡ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوۡ أَرَادَ شُكُورٗا
“Dan Dia-lah yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur.” (al-Furqan : 62)
Maksudnya, Allah ﷻ menjadikan malam dan siang saling mengantikan tanpa henti; yang satu pergi, lalu yang lain datang.
Pergantian itu menjadi tanda bagi orang yang mau berpikir untuk mengenal keesaan Sang Pencipta. Sehingga ia mengetahui bahwa Allah ﷻ Maha Besar kekuasaan-Nya dan tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Demikian pula agar orang-orang yang bersyukur mensyukuri besarnya nikmat dan karunia yang terkandung dalam pergantian malam dan siang itu.
Allah ﷻ juga menjadikan keduanya silih berganti agar hamba-hamba-Nya dapat mengejar amal kebaikan, ibadah, dan berbagai manfaat yang terlewatkan pada waktu sebelumnya. Siapa yang terluput mengerjakan sesuatu amal pada malam hari, ia masih dapat menggantikannya pada siang hari. Sebaliknya, siapa yang terluput mengerjakannya pada siang hari, ia masih dapat menggantinya pada malam hari.
Dari Abu Musa al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ, beliau bersabda :
إنَّ اللهَ تَعالى يَبسُطُ يَدَهُ باللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ اللَّيْلِ حَتّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا
“Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar orang yang berbuat dosa pada siang hari bertaubat. Dan Dia membentangkan tangan-Nya pada siang hari agar orang yang berbuat dosa pada malam hari bertaubat, hingga matahari terbit dari sebelah barat.”
Diriwayatkan pula dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu, dalam menafsirkan firman Allah ﷻ :
وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ خِلۡفَةٗ
“Dan Dia-lah yang menjadikan malam dan siang silih berganti.” (al-Furqan : 62)
Beliau radhiyallahu ‘anhu berkata, “Barang siapa yang terluput mengerjakan suatu amal pada malam hari, maka ia dapat menggantinya pada siang hari. Dan barang siapa yang terluput mengerjakanya pada siang hari, maka ia dapat mengantinya pada malam hari.”
Hari kemarin yang telah berlalu menjadi saksi yang adil. Dan kini datang hari yang baru untukmu. Jika kemarin engkau pernah melakukan keburukan, maka iringilah ia dengan kebaikan, agar engkau menjadi terpuji.
Sesungguhnya silih bergantinya malam dan siang, serta datang dan perginya tahun demi tahun, merupakan penghibur bagi siapa saja yang hidupnya terasa sempit dan urusannya dipenuhi kesulitan. Sebab, dunia ini adalah negeri yang selalu berubah dan tidak kekal. Keadaannya tidak pernah tetap dan kondisinya tidak pernah berlangsung selamanya.
Dunia senantiasa berputar bersama penghuninya, mengubah satu keadaan menjadi keadaan yang lainnya.
Kesempitan yang sedang engkau alami akan segera disingkap oleh datangnya kabar gembira, sebagaimana cahaya siang menghapus pekatnya kegelapan malam.
Nabi ﷺ dalam wasiatnya kepada Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan :
وَاعْلَمْ أَنَّ فِي الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيرًا كَثِيْرًا، وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَّنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Ketahuilah bahwa di balik kesabaran terhadap sesuatu yang tidak engkau sukai terdapat kebaikan yang sangat banyak. Sesungguhnya pertolongan datang bersama kesabaran, kelapangan datang bersama kesusahan, dan bersama kesulitan pasti ada kemudahan.”
Semoga Allah ﷻ memberkahi umur kita dengan musim-musim kebaikan, mengakhiri kehidupan kita dengan khusnul khatimah dan kebahagiaan di negeri akhirat.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Saya memohon ampun kepada Allah ﷻ untuk diri saya dan juga untuk kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun.
[Khuthbah Kedua]
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَكْمَلَ لَنَا هَذَا الدَّيْنَ وَأَتَمَّهُ. فَأَسْبَلَ عَلَيْنَا ذَوَاهِبَ الْمِنَّةِ وَأَسْبَغَ أَثْوَابَ النِّعْمَةِ
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, اِخْتَصَّنَا بِصَفْوَةِ رُسُلِهِ وَجَعَلَنَا مِنْ خَيْرِ أُمَّةِ
وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا وَسَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَرْسَلَهُ لِلْعَالَمِيْنَ رَحْمَةً وَبَعَثَهُ بِالْهُدَى وَالْبَيِّنَاتِ وَالْحِكْمَةِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اتَّبَعَ هَدْيَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَي يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan agama ini bagi kita, dan melengkapkan nikmat-Nya kepada kita. Dia telah melimpahkan karunia-Nya yang agung dan menyempurnakan anugerah-Nya kepada kita.
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selaian Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan Dia telah memuliakan kita dengan mengutus rasul terbaik kepada kita dan menjadikan kita sebagai umat yang terbaik.
Aku juga bersaksi bahwa Nabi kita Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Allah mengutus beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam, serta membawa petunjuk, bukti-bukti yang nyata dan hikmah.
Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau, keluarga, para sahabat, dan seluruh orang yang mengikuti petunjuknya dengan baik hingga hari Kiamat.
Amma Ba’du:
Wahai Umat Islam!
Dengan berakhirnya tahun yang telah kita lalui,kita telah mengucapkan selamat tinggal kepada sebuah musim agung, yang penuh dengan amal shaleh, yaitu bulan haji yang dimuliakan.
Kini kita menyambut datangnya bulan Allah, yaitu bulan Muharam. Sebuah musim kebaikan berganti dengan musim kebaikan berikutnya.
Rangkaian waktu yang dipenuhi kebajikan itu terus bersambung, silih berganti tanpa terputus. Mata air keimanan selalu mengalir, tidak pernah kering meskipun terus didatangi. Demikian pula naungan keamanan, kesejahteraan, dan ketentraman senantiasa terbentang luas.
Karena itu, kita memuji Allah dengan pujian yang tidak mampu dihitung oleh lisan maupun diungkapkan dengan kata-kata. Seraya memohon agar Dia terus menambah karunia dan nikmat-Nya kepada kita.
Engkaulah (Ya Allah) yang telah melimpahkan berbagai karunia. Awan-awan kemurahan-Mu senantiasa mencurahkan hujan kebaikan. Dengan karunia itu, Engkau (Ya Allah) menghimpun segala keutamaan di negeri ini. Dan Engkau meletakkan mahkota kemuliaan di puncak kejayaannya.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمِيْنَ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ يا رب العالمينَ
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا أَوْزِعْناَ أَنْ نَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيْنَا وَعَلَى وَالِدِينا وَأَنْ نعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنا بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
رَبَّنَا أَوْزِعْناَ أَنْ نَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيْنَا وَعَلَى وَالِدِينا وَأَنْ نَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لنا فِي ذُرِّيَّتنا إِنّنا تُبْنا إِلَيْكَ وَإِنّنا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين




