[Khutbah Pertama]

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ ؛ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ [آل عمران: 102]

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَإنَّ أَفْضَلَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النّارِ

Sesungguhnya kita diciptakan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى adalah untuk diuji. Maka kita harus siap untuk diuji.

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman:

الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ

“(Dialah Allah) Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu.”
(Al-Mulk [67]:2)

Bahkan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى menciptakan alam semesta untuk menguji kita.

وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ وَّكَانَ عَرْشُهٗ عَلَى الْمَاۤءِ

“Dan Dialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam waktu 6 hari dan ‘ars-Nya di atas air.”

Untuk apa ?

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman:

لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

“Untuk menguji kalian siapakah di antara kalain yang paling baik amalnya.”

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman :

اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.” (Al-Kahf : 7)

Maka seorang muslim mempersiapkan dirinya untuk diuji. Dan yang namanya ujian akan datang hal-hal yang tidak sesuai dengan apa-apa yang ia sukai.

مَا كُلُّ مَا يَتَمَنَّ الْمَرْءُ يُدْرِكُهُ

تَجْرِي الرِّيَاحُ بِمَا لَا تَشْتَهِي السُّفُنُ

Tidak semua keinginan seseorang dia dapatkan.

Betapa sering kapal berlayar sementara angin berhembus berlawanan dengan arah perjalanan kapal.

Kaum Muslimin…

Oleh karenanya, di antara ciri orang yang selamat dari kerugian adalah orang-orang yang saling mengingatkan untuk bersabar.

Kita butuh untuk saling mengingatkan untuk sabar, karena hidup ini penuh dengan ujian. Tidaklah seseorang berpindah dari satu ujian kecuali menuju kepada ujian yang lainnya. Lihatlah Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ imam orang-orang sabar, pun perlu diingatkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berulang-ulang agar bersabar.

Dalam alquran, banyak sekali. Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman :

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ [الإنسان: 24]

“(Wahai Muhammad) bersabarlah dengan keputusan robbhmu.”

فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا [المعارج: 5]

“Sabarlah engkau dengan kesabaran yang indah.” (al-Ma’arij : 5)

وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ [المزمل: 10]

“Sabarlah terhadap ucapan mereka yang buruk terhadapmu.” (al-Muzammil : 10)

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ [الأحقاف: 35]

“Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) sebagaimana ulul azmi (orang-orang yang memiliki keteguhan hati) dari kalangan para rasul telah bersabar.” (al-Ahqaf : 35)

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ [الكهف: 28]

“Bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari dengan mengharap keridaan-Nya.” (al-Kahfi : 28)

Sampai-sampai Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى turunkan kisah-kisah para nabi, dengan ujian ujian mereka agar Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabar.

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ [هود: 120]

“Semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu (Nabi Muhammad), yaitu kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu.” (Huud : 120)

Ketika Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى menyebutkan kisah Nabi Nuh dengan perjuangan yang panjang. Di mana ia berdakwah selama 950 tahun.

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman :

تِلْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهَا إِلَيْكَ مَا كُنْتَ تَعْلَمُهَا أَنْتَ وَلَا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هَذَا فَاصْبِرْ إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ [هود: 49]

“Itu adalah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Nabi Muhammad). Tidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka, bersabarlah. Sesungguhnya kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Huud : 49)

Ma’asyiral Musalimin…

Karenanya, sabar merupakan ibadah yang sangat agung. Sampai-sampai Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda :

وَمَا أُعْطِىَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ

“Tidaklah seorang diberi karunia yang lebih baik dan lebih luas daripada sabar.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Kenapa ?

Karena, orang-orang yang sabar dicintai oleh Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.
Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman:

﴿وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ﴾ [آل عمران: 146]

“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali ‘Imran :  146)

Ibadallah !

Jika Anda ingin dicintai Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى, maka bersabarlah. Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى bersama orang-orang yang sabar.

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman :

 وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ

“Dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfāl [8]:46)

Dan, ganjaran sabar itu tidaklah terhitung.

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman :

اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (Az-Zumar [39]:10)

Kaum muslimin…

Di antara sabar yang diperintahkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى kepada Nabinya Muhammad صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ adalah kesabaran yang indah.

Allah  سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman :

فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيْلًا

“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) dengan kesabaran yang baik.”
(Al-Ma‘ārij [70]:5)

Apa itu sabar yang indah ?

Sabar, dengan tidak mengeluh kepada manusia sama sekali, sabar yang tidak mengeluh sedikitpun. Baik dengan lisan maupun dengan raut wajah, maupun isyarat kepada manusia, sama sekali. Dia hanya mengeluh kepada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.

Dan itulah yang diutarakan oleh Nabi Ya’kub عَلَيْهِ السَّلَامُ ketika mendapat ujian harus terpisah dari anak yang paling dia cintai, Nabi Yusuf عَلَيْهِ السَّلَامُ, maka ia mengatakan :

 فَصَبْرٌ جَمِيْلٌ ۗوَاللّٰهُ الْمُسْتَعَانُ

“Maka sabar yang indah. Dan kepada Allah saja memohon pertolongan.” (Yusuf [12]:18)

Maka sabar yang indah, tidak mengeluh kepada siapa pun.

Kemudian dikabarkan setelah itu bahwa anaknya tertahan, Benyamin dituduh mencuri sehingga dia ditahan. Dan kakak mereka yang paling tua juga tidak mau balik untuk bertemu ayahnya. Maka, Nabi Ya’kub berkata lagi : “Hanya sabar yang indah yang bisa aku lakukan.”

فَصَبْرٌ جَمِيْلٌ ۗعَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّأْتِيَنِيْ بِهِمْ جَمِيْعًاۗ اِنَّهٗ هُوَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ

“Maka (kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (Yusuf : 83)

Kesabaran yang indah, kata Nabi Ya’kub عَلَيْهِ السَّلَامُ :

اِنَّمَآ اَشْكُوْا بَثِّيْ وَحُزْنِيْٓ اِلَى اللّٰهِ وَاَعْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (Yusuf : 86)

Maka, seorang berusaha dengan ujian apa pun, jangan sampai mengeluh kepada manusia.

وَإِذَا أُصِبْتَ تبَلِيَّةٌ فَاصْبِرْ لَهَا   صَبْرًا كَرِيْمِ فَإِنَّهُ بِكَ أَكْرَمُ

Jika engkau ditimpa dengan musibah,

maka bersabarlah terhadap musibah tersebut

dengan sabar orang yang mulia.

Maka Allah akan lebih baik kepadamu.

وِإِذَا اِشْتَكَيْتَ إِلَي ابْنِ آدَمَ فَإِنَّمَا    تَشْكُو الرَّحِيْمَ إِلَى الَّذِي لَا يَرْحَمُ

Jika engkau mengeluh kepada manusia, sesungguhnya engkau tengah mengeluhkan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى kepada manusia yang tidak sayang kepadamu.

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى yang Maha Penyang engkau keluhkan kepada manusia yang tidak sayang kepadamu. Maka ini adalah kerendahan dan kehinaan.

Seorang yang diuji, hendaknya dia hanya mengeluh kepada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى, dan dia bersabar karena sabar akan menuntun kepada kesudahan yang indah.
Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman :

فَاصْبِرْۚ اِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِيْنَ

“Maka bersabarlah, sungguh, kesudahan (yang baik) adalah bagi orang yang bertakwa.” (Hud[11]:49)

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم

[Khuthbah Kedua]

الْحَمْدُ لِلَّهِ  عَلَى إِحْسَانِهِ, وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ

وَأَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ

وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَي رِضْوَانِهِ

فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْن

أَمَّا بَعْدُ :

Ibadallah !

Sabar terkait Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى disebutkan oleh ibnu Qayyim رَحِمَهُ اللهُ ada tiga.
Ada yang disebut dengan اَلصَّبْرُ بِاللهِ (Ash Shabru Billah), الصَّبْرُ لِلَّهِ )ash-shobru lillah(, dan  الصَّبْرُ مَعَ اللهِ (ash-shobru ma’allah).

Ash Shabru Billah, yaitu sabar dengan bersandar kepada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى sebagaimana firman Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى :

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ اِلَّا بِاللّٰهِ

“Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah.” (An-Naḥl : 127)

Maka seseorang, ketika diuji bersandarlah kepada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى, jangan bersandar kepada kecerdasannya, karena pengalamannya, karena keuletannya, karena ekonominya. Bukan. Tapi sabar dengan pertolongan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى .

فَصَبْرٌ جَمِيْلٌ ۗوَاللّٰهُ الْمُسْتَعَانُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ

“Maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kalian ceritakan.” (Yusuf [12]:18)

Ibadallah !

Betapa banyak orang tidak kuat kesabarannya. kesabarannya tidak bertahan lama. Kenapa ? Karena dia tidak bersandar kepada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى mengingatkan :

اصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ اِلَّا بِاللّٰهِ

“Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah.” (An-Naḥl : 127)

Yang kedua, ash-shobri lillah, yaitu bersabar karena Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.

Sabar adalah ibadah yang mulia. Maka seorang bersabar bukan untuk riya, bukan untuk dipublikasi, bukan untuk dipamerkan. Tapi, dia sabar karena Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى, kata Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى :

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْۗ

“Dan karena Tuhanmu, bersabarlah.” (Al-Mudatstsir : 7)

Maka tidak perlu kita banggakan kesabaran kita kepada orang lain.
Tidak perlu kita publikasikan kesabaran kita kepada orang lain.
Biarlah Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى yang menilai. Biarlah Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى yang memberi pahala. Karena sabar merupakan ibadah, harus ikhlas karena Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.

Yang ketiga, ash-shobru ma’allah.

Sabar bersama Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.

Sabar bersama Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى yaitu, maksudnya, seseorang berusaha Ridha dengan keputusan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Apa yang Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berikan kepadanya, dia bersama Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى, dia bersama keinginan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى, bersama dengan keputusan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.

Jika seseorang bersabar, yakin-lah bahwa kesudahnnya pasti akan indah. Pilihan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى yang terbaik jika seseorang bersabar. Karena itu, Rasulullahصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  bersabda :

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ وَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ

“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya itu baik.
Jika mendapatkan kesenangan, dia bersyukur. Jika ia ditimpa sesuatu yang memilukan hatinya, ia bersabar. Maka, itu lebih baik baginya. Dan, hal itu tidak ada kecuali bagi seorang Mukmin.”

وَلَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ حَتَّى يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ وَلَيْسَ عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

“Senantiasa bala akan menimpa seorang mukmin sampai ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sama sekali.”

Sesungguhnya ada manzilah telah tercatat di sisi Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى, namun ternyata Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى melihat sang hamba, dimana amalnya tidak mampu mendongkraknya untuk naik ke manzilah tersebut, maka Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى mengujiinya, pada dirinya, pada hartanya, pada anaknya, pada istrinya, kemudian Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى membuatnya sabar untuk menghadapi ujian-ujian tersebut, sampai ia bisa naik ke derajat yang telah Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى tetapkan baginya.

Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى menjadikan kita hamba-hambaNya yang bersabar dalam menghadapi segala keputusanNya, yang ridha dengan keputusanNya. Dan mengharapkan ganjaran yang terbaik dari Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.

 اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Al-Aḥzāb : 56)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمِيْنَ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ  يا رب العالمينَ

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

رَبَّنَا أَوْزِعْناَ أَنْ نَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيْنَا وَعَلَى وَالِدِينا وَأَنْ نعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنا بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

رَبَّنَا أَوْزِعْناَ أَنْ نَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيْنَا وَعَلَى وَالِدِينا وَأَنْ نَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لنا فِي ذُرِّيَّتنا إِنّنا تُبْنا إِلَيْكَ وَإِنّنا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ

رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين