Nabi ﷺ pernah bersabda kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu :
Wahai Abu Hurairah!
Jadilah engkau seorang yang wara’, niscaya kamu akan menjadi orang yang paling ahli ibadah.
Ridhalah dengan apa yang telah Allah bagikan untukmu,
niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya.
“Cintailah bagi kaum muslimin dan orang-orang beriman apa yang engkau cintai untuk dirimu sendiri dan keluargamu, dan bencilah bagi mereka apa yang engkau benci untuk dirimu sendiri dan keluargamu; niscaya engkau akan menjadi mukmin sejati.”
(HR. at-Tirmidzi)
Itulah resep kaya, -yakni, kaya hati- yang diresepkan Nabi. Yaitu, “Ridha dengan Pembagian Allah ﷻ.”
Maka, cobalah resep Nabawi ini !
Semoga Anda semakin kaya hati.
Ingaaat !
Ternyata resep ini, juga boleh jadi menjadi kunci kebahagiaan dalam hati.
Syaikh Ali ath Thonthowi rahimahullah mengatakan :
“Sumber bahagia itu ada dalam diri seseorang itu sendiri, bukan dari luar dirinya.
Kukatakan kepada kalian, apa kata kunci kebahagiaan ?
Kata kunci kebahagiaan adalah ridho
[baca: puas, merasa cukup dan mencintai pemberian Allah ﷻ]Jika anda ingin bahagia, ridholah dengan pemberian Allah ﷻ.
Jika anda ridho, anda adalah orang yang berbahagia.
Semakin anda banyak menuntut ingin ini dan itu kebahagiaan anda semakin berkurang.”
(Ali ath Thonthowi, Fushul Ijtima’iyyah, hal.94)





