Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman,

وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ . أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ . وَانْطَلَقَ الْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَى آلِهَتِكُمْ إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ يُرَادُ

Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata, “Orang ini adalah penyihir yang banyak berdusta.” Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja ? Sungguh, ini benar-benar suatu yang sangat mengherankan. Lalu pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.” (Shaad : 4-6)

Amru bin Utsman al-Makki رَحِمَهُ اللهُ berkata,

“Sungguh Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى mencela orang-orang yang tidak bersabar di dalam menjalani agama mereka dengan kisah orang-orang kafir yang telah Dia سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى kabarkan kepada kita.

Orang-orang kafir itu berkata, “Berjalanlah dan bersabarlah di atas sembahan-sembahan kalian.”

Sungguh, kisah ini merupakan celaan bagi orang-orang mukmin yang tidak bersabar di atas agamanya.”

(Ibnu al-Jauzi, Shifatu ash-Shafwah, 2/441)