“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu”
(Al-Baqarah: 216)
Ini adalah kaidah agung yang memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan orang-orang yang memahaminya dan mengambil petunjuk dengan petunjuknya.
Ini adalah kaidah yang memiliki hubungan dengan salah satu pokok keimanan yang agung, yaitu “iman kepada Qadha` dan Qadar.”
Makna Kaidah Ini Secara Ringkas :
Bahwa manusia terkadang tertimpa oleh takdir yang menyakitkan yang tidak disukai oleh dirinya, maka mungkin saja ia tidak sabar, atau ia dihinggapi oleh kesedihan lalu ia mengira bahwa takdir tersebut adalah pukulan yang bisa memusnahkan harapan-harapan dan hidupnya, tetapi justru ternyata dengan takdir tersebutlah manusia mendapatkan kebaikan dari arah yang tidak ia ketahui.
Dan sebaliknya benar : Berapa banyak manusia yang berusaha dalam sesuatu yang kelihatannya baik, berjuang mati-matian untuk mendapatkannya, dan mengeluarkan apa yang mahal dan berharga demi mendapatkannya, tetapi ternyata justru yang terjadi adalah kebalikan dari apa yang ia inginkan.
[Dr. Umar bin Abdullah Al-Muqbil, Qawa’id Qur’aniyyah, hal.17-18]





