Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى juga berfirman:

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya .” (al-Hajj : 30)

 

Qatadah رَحِمَهُ اللهُ  mengatakan,

“Sesungguhnya Allah memilih orang-orang pilihan dari kalangan makhluk-Nya.

Dia سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى memilih rasul (utusan) dari kalangan Malaikat. Dia سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى juga memilih rasul (utusan) dari kalangan manusia.

Dia memilih perkataan untuk mengingat-Nya.

Dia memilih masjid-masjid (sebagai tempat terbaik) dari sekian banyak hamparan tanah di muka bumi.

Dia memilih bulan Ramadhan dan bulan-bulan haram di antara bulan-bulan lainnya.

Dia memilih hari Jum’at di antara hari-hari lainnya.

Dia memilih lailatul qadar di antara malam-malam yang lainnya.

Maka, agungkanlah apa-apa yang diagungkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.

Sesungguhnya perkara-perkara itu diagungkan hanyalah karena diagungkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى menurut pandangan orang-orang yang memiliki pemahaman dan memiliki akal.”

(Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, 4/148)