Al-Hasan bin Hammad berkata, “Aku pernah mendengar Ayahku Hammad berkata, ‘Aku pernah memasuki kota Bashrah, lalu aku bertanya kepada Marhum al-Aththar, ’Apakah masih tersisa orang yang senang duduk di majlis al-Hasan al-Bashri rahimahullah ?, Ia pun menjawab, ‘Masih tersisa seorang Syaikh.

Aku pun mendatangi syaikh tersebut, lalu aku katakan kepadanya, ‘Semoga Allah merahmati Anda, bila Anda berkenan untuk menceritakan kepadaku sebagian perkataan al-Hasan al-Bashri, sehingga aku dapat mengambil pelajaran darinya.

Syaikh pun berkata, ‘al-Hasan al-Bashri sering mengatakan, ‘Wahai anak Adam! kemarin engkau adalah nutfah (cairan sperma) dan esok engkau adalah bangkai. Sedangkan rentang waktu antara kedua hal itu adalah bala’ dan cobaan yang senantiasa mengusap kedua sisimu…

Sesungguhnya orang yang sehat adalah orang yang tidak menjadi sakit karena dosa, dan orang yang suci adalah siapa yang tidak terkotori oleh kesalahan-kesalahan…

Sesungguhnya orang yang paling banyak mengingat kehidupan akhirat adalah siapa di antara kalian yang paling banyak melupakan kehidupan dunia…

Orang yang paling melupakan kehidupan akhirat adalah siapa di antara kalian yang paling mengingat kehidupan dunia…

Ahli ibadah adalah siapa yang paling mampu mengekang dirinya dari keburukan…

Orang yang paling pintar adalah orang yang paling mengerti hal yang haram lalu ia tidak mendekatinya…

Orang yang berakal itu adalah siapa yang ingat hari Kiamat dan tidak lupa akan penghisaban amal.

(Abu Bakar Ahmad bin al-Husain al-Baihaqi, ‘Kitab az-Zuhd al-Kabir, 1/68)