Allah ﷻ berfirman,
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (ath-Thur: 21)
Ar-Rabi’ berkata, “Asy-Syafi’i ditanya tentang Qadar, maka ia bersyair:
‘Apa yang Engkau kehendaki pasti terjadi, meskipun aku tidak menghendakinya. Apa yang aku kehendaki, jika Engkau tidak menghendakinya, maka tidak akan terjadi
Engkau menciptakan manusia berdasarkan ilmuMu. Maka setiap pergerakan pemuda dan orang tua dalam sepengetahuanMu
Kepada seseorang Engkau berikan anugerah sedangkan yang lain Engkau berikan kehinaan. Seseorang Engkau berikan kecukupan dan selainnya Engkau tidak berikan pertolongan
Di antara mereka ada yang celaka dan ada pula yang bahagia. Di antara mereka ada yang buruk dan ada pula yang baik
Di antara mereka ada yang kaya dan ada pula yang miskin. Masing-masing tergadai dengan amalannya.’ “
(Imam al-Qurthubi, ‘At-Tadzkirah Fi Ahwal al-Mauta Wa Umur al-Akhirah’, 1/46)



