Ja’far bin Sulaiman meriwayatkan dari Malik bin Dinar rahimahullah, beliau berkata:
“Sesungguhnya Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى menjadikan dunia sebagai negeri pelarian,
dan akhirat sebagai negeri menetap.
Maka berbekallah untuk negeri tempat menetap kalian,
dan keluarkanlah dunia dari hati kalian sebelum tubuh kalian keluar darinya (mati).
Janganlah kalian membuka aib-aib kalian di hadapan Dzat yang mengetahui segala rahasia kalian.
Kalian dihidupkan di dunia, tetapi diciptakan untuk selainnya — yaitu akhirat.
Sesungguhnya permisalan dunia seperti racun;
orang yang tidak tahu akan memakannya,
sedangkan orang yang tahu akan menjauhinya.
Dunia itu ibarat ular:
lembut bila disentuh, namun di dalam mulutnya ada racun yang mematikan.
Orang-orang berakal akan mewaspadainya,
sedangkan anak kecil akan mendatanginya dan bermain dengannya dengan tangan mereka.”
[Ibnul Jauzi, Shifatu ash-Shafwah, 3/284]



