[Khuthbah Pertama]

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُوْدُوْا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحُمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
وَأُصَلِّي وَأُسَلِّمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحُمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Ibadallah!

Khatib wasiatkan kepada diri khatib pribadi dan kepada para jama’ah sekalian untuk bertakwa kepada Allah ﷻ kapan saja waktunya, di mana saja tempatnya, dan dalam kondisi apa pun juga, saat sendirian maupun saat bersama dengan orang lain.

Ibadallah!

Ketahuilah bahwa bertakwa kepada Allah ﷻ merupakan bekal terbaik kita dalam menjalani kehidupan kita di dunia ini. Maka, teruslah kita membekali diri kita dengan ketakwaan kepada Allah ﷻ. Ingat, Allah ﷻ memerintahkan kepada para hamba-Nya dengan firman-Nya:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُولِي الْأَلْبَابِ


“Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.”

(al-Baqarah : 197)

Ibadallah!

Setiap hamba beramal, baik yang beramal mulia maupun amal tercela. Dan kita perlu sadar bahwa Allah ﷻ hanya akan memberikan balasan bagi semua amal hamba-Nya secara lengkap dan utuh besok di Yaumil Qiyamah, pada hari Kiamat.

Ibadallah!

Bisa jadi ada orang yang melakukan amal ketaatan, namun mungkin hidupnya tidak ada perubahan dari sisi ekonomi, tidak ada perubahan dari sisi kesehatan maupun kesejahteraan.

Dan sebaliknya, bisa jadi ada orang yang bergelimang dengan kemaksiatan, namun dia tidak menerima hukuman apa pun ketika di dunia.

Sebab, Allah ﷻ hanya akan memberikan balasan yang sempurna bagi hamba ketika di يوم القيامة hari Kiamat. Allah ta’ala menegaskan hal ini di surat Ali Imran ayat 185.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

[آل عمران: 185]

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.

وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dan sungguh kalian akan dipenuhi balasan untuk kalian pada hari Kiamat.

Kemudian, Allah ﷻ menjelaskan siapakah manusia yang beruntung yang sejatinya. Allah ﷻ berfirman:

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ

Barang siapa yang diselamatkan oleh Allah dari neraka dan dia dimasukkan ke dalam surga, maka itulah orang yang beruntung.

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Dan tidaklah dunia ini melainkan kesenangan yang menipu.

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ

Barang siapa yang diselamatkan oleh Allah dari neraka dan dia dimasukkan ke dalam surga itulah orang yang beruntung.

Hadirin yang dimuliakan Allah ﷻ.

Banyak orang yang terkadang berpikir dengan melakukan rajin ibadah, rajin berbuat taat, maka rezekinya akan bertambah atau setidaknya kesejahteraan hidupnya akan semakin meningkat. Dan sebaliknya ketika orang berbuat maksiat itu akan mengancam ekonominya dan seterusnya.

Ibadallah!

Memang demikian bahwa perbuatan maksiat terkadang memberikan dampak buruk bagi kehidupan hamba ketika di dunia dalam bentuk kehidupan fisik, dalam bentuk dampak buruk fisik. Namun, itu tidak terjadi pada semuanya. Karena Allah ﷻ mengatakan,

وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dan sungguh kalian akan dipenuhi balasan untuk kalian pada hari Kiamat.

Ibadallah!

Sesungguhnya balasan untuk kalian hanya akan dipenuhi besok di hari kiamat.” Maka, bersabarlah dan bersabarlah bagi saudara-saudara sekalian. Mungkin kita sudah banyak melakukan ketaatan, kita sudah melakukan banyak perubahan untuk jadi lebih baik. Namun bisa jadi ketika Allah ﷻ tidak memberikan kebaikan bagi ekonomi kita atau hidup kita, kesejahteraan kita, bukan berarti amal itu tidak ada gunanya. Bukan berarti Allah ﷻ tidak suka sama kita. Namun, hidup ini adalah ujian dan Allah ﷻ akan memberikan balasan itu seutuhnya kelak pada Yaumil kiamah, pada hari Kiamat. Demikian sebagai khotbah yang pertama. Semoga bermanfaat.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرَ اللهَ لِي وَلَكُمْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

[Khuthbah Kedua]

اَلْحَمْدُ ِللهِ اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفَى وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِهِ الْمُصْطَفَى وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُ إِلَي يَوْمِ الْقِيَامَةِ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحُمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
وَأُصَلِّي وَأُسَلِّمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحُمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Ibadallah!

Kita semuanya tentu mengharapkan bisa selamat di Yaumil kiamah, pada hari Kiamat. Dan tidak ada satu pun di antara kita yang bisa menjamin siapa yang lebih dulu masuk surga. Bisa jadi Anda lebih dulu masuk surga dibandingkan saya. Bisa jadi yang sekarang mungkin kelihatan tidak begitu nampak di masjid. Dia masuk Surga lebih dulu dibandingkan kita yang rajin ke masjid dan seterusnya. Sebab masing-masing hamba punya tanggung jawab untuk selalu istikamah sampai akhir hayatnya.

Karena itulah Nabi ﷺ mengingatkan bahwa penilaian di ujung itulah yang menentukan. Perjuangan kita untuk jadi orang shaleh harus bertahan sampai kapan? Sampai mati. Sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta’ala tegaskan dalam Al-Qur’an.

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

[الحجر: 99]

Sembahlah Rabbmu. Jadilah hamba Allah yang baik. Sampai datang kepadamu kematian.

Nabi ﷺ juga menyebutkan dalam hadis riwayat Bukhari,

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيْمِ.

Sesungguhnya penilaian terhadap amal itu ditentukan oleh ujungnya. Kita selalu berjuang untuk menjadi orang baik, untuk terus bertahan, bertahan dan bertahan sampai kematian menjemput. Dan kita berusaha untuk mempengaruhi yang lain. Barangkali ada di antara saudara kita, tetangga kita, teman-teman kita yang mungkin belum bisa merasakan nikmatnya hidayah, mari kita ajak bersama-sama untuk menuju jalan hidayah, sesuai dengan kesanggupan kita masing-masing. Mudah-mudahan dengan ajakan yang kita berikan kepada mereka, jika satu atau dua orang di antara mereka yang mau berubah, Allah ﷻ akan berikan tambahan pahala kepada kita. Semua ketaatan orang itu akan dilimpahkan ke kita tanpa mengurangi pahalanya. Sebagaimana yang disabdakan Nabi ﷺ,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ، فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barang siapa yang mengajak ke jalan kebaikan (kemudian orang yang ditunjukkan kebaikan itu kepadanya mengikuti ajakannya) maka orang yang mengajak ke jalan kebaikan itu mendapatkan pahala seperti pahala yang didapatkan oleh orang yang mengamalkannya.

Ibadallah!

Kita memohon kepada Allah subhanahu wa taala sebagaimana kita ingin bisa mendapatkan kenikmatan dunia dan akhirat, kita bisa mengajak yang lain untuk turut mendapatkan kenikmatan itu. Kita mengajak kepada yang lain untuk bersama-sama menuju surga Allah ﷻ.

Ibadallah!

Hari ini adalah hari Jum’at. Salah satu amal kebaikan yang kita sangat dianjurkan oleh Nabi kita Muhammad ﷺ untuk melakukannya adalah memperbanyak shalat kepadanya. Beliau ﷺ bersabda:

إنَّ من أفضلِ أيّامِكم يومَ الجمعةِ فأَكثِروا عليَّ منَ الصَّلاةِ فيهِ

Sesungguhnya hari Jum’at termasuk hari-hari kalian yang sangat utama. Maka, perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari tersebut. (HR. Abu Dawud)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمِيْنَ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ يا رب العالمينَ
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا أَوْزِعْناَ أَنْ نَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيْنَا وَعَلَى وَالِدِينا وَأَنْ نَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنا بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
رَبَّنَا أَوْزِعْناَ أَنْ نَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيْنَا وَعَلَى وَالِدِينا وَأَنْ نَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لنا فِي ذُرِّيَّتنا إِنّنا تُبْنا إِلَيْكَ وَإِنّنا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين