Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

“Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak.” (al-Ahzab : 41)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan dalam ayat ini agar berdzikir yang banyak kepada-Nya. Hal itu dikarenakan besarnya kebutuhan hamba kepada Dzikir tersebut dan ketergantungannya padanya serta ketidakberdayaannya tanpanya meskipun sekejap mata.

Kesempatan apa pun yang tidak diisi oleh seorang hamba dengan dzikir, niscaya menjadi beban atasnya dan bukan keberhasilan baginya.

Kerugiannya yang menimpanya lebih besar daripada keberuntungan yang didapatkannya saat lalai dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kelak dia akan sangat menyesalinya ketika bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari Kiamat.

(Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin al-Badr, Fiqhu al-Ad’iyah Wa al-Adzkar, 1/15)