Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:
وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
“Betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar pengikut yang bertakwa.
Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak patah semangat, dan tidak pula menyerah kepada musuh.
Allah mencintai orang-orang yang sabar.”
(QS. Āli ‘Imrān : 146)
Dari Qatādah, ia berkata:
Mutharrif bin ‘Abdillāh bin asy-Syikhkhīr raḥimahullāh pernah mengatakan:
إِنَّ أَحَبَّ عِبَادِ اللهِ إِلَى اللهِ اَلشَّكُوْرُ الصَّابِرُ اَلَّذِي إِذَا اُبْتُلِيَ صَبَرَ وَإِذَا أُعْطِيَ شَكَرَ
“Sesungguhnya hamba-hamba Allah yang paling Dia cintai adalah hamba yang banyak bersyukur dan bersabar; apabila diuji, ia bersabar, dan apabila diberi, ia bersyukur.”
(Aḥmad bin Ḥanbal, az-Zuhd, 1/240)



