Sesungguhnya (kehidupan di) dunia ini naik turun, penuh dan kosong, kefakiran setelahnya kecukupan, kecukupan boleh jadi datang setelahnya kekurangan, tidak ada yang tinggi tetap berada di atas, tidak pula yang rendah tetap di bawah, satu kondisi di dunia tak akan tetap.
Bukankah Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى telah berfirman:
وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ
“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran).” (Qs. Ali Imran : 140)
(Ali Thanthowiy, Dzikrayaat ath-Thanthawiy, 1/239)



