Seiring dengan cepat berlalunya malam dan siang, hendaknya seorang muslim, -setelah menjaga perkara yang fardhu- ia memiliki amalan-amalan sunnah yang dijaganya setiap hari, di mana dengannya ia akan mendulang faedah nan agung dari hal itu, antara lain:
Bahwa amal yang dilakukanya secara kontinyu ini dicintai oleh Allah سبحانه وتعالى
Nabi ﷺ bersabda,
واعْلَمُوا أنَّ أحَبَّ العَمَلِ إلى اللهِ أدْوَمُهُ وإنْ قَلَّ
”Dan ketahuilah bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara kontinyu meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bahwa amal yang dijaganya ini sekalipun sedikit, namun seiring dengan berjalannya waktu akan menjadi banyak.
Bila ada penghalang yang menghalangi seseorang melakukan amal tersebut berupa sakit, atau safar, atau yang lainnya, ia tidak melakukan amal yang biasa dikerjakannya, niscaya akan dituliskan pahala baginya secara sempurna.
Nabi ﷺ bersabda,
إذا مَرِضَ العَبْدُ، أوْ سافَرَ، كُتِبَ له مِثْلُ ما كانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا
“Apabila seorang hamba sakit atau bepergian, niscaya Allah tuliskan baginya (pahala) seperti (pahala) amal yang biasa dilakukannya saat tinggal dan sehat.” (HR. Al-Bukhari)
(Prof. Dr. Sa’ad al-Khotslan, “Ma’a Sur’ati Mururi al-Layali wa al-Ayyami.”)



