Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ
“Segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah. Kemudian, apabila kamu ditimpa kemudharatan, kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.” (an-Nahl : 53)
Dari Mughirah bin Uyainah, bahwasanya Dawud ‘alaihissalam berkata,
Wahai Rabb, adakah seorang saja di antara hamba-Mu yang berdzikir kepadaMu melebihi dzikirku pada malam ini ?”
Allah berfirman, “Ya (ada), dia-lah seekor katak.”
Kemudian Allah menurunkan firman-Nya,
اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
“Bekerjalah hai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang bersyukur.” (Saba ‘ : 13)
Lalu Dawud berkata, “Wahai Rabb, bagaimana mungkin aku mampu bersyukur kepada-Mu sementara Engkaulah yang memberikan nikmat kepadaku, Engkaulah yang memberikan rezeki kepadaku di atas nikmat itu, kemudian Engkau-lah yang menambahi nikmat kepadaku, nikmat demi nikmat, semua nikmat berasal dari-Mu ya Rabb, dan syukur juga berasal dari-Mu, maka bagaimana mungkin aku mampu bersyukur kepada-Mu ya Rabbi ?”
Allah berfirman, “Sekarang, kamu benar-benar telah mengenal-Ku wahai Dawud.”
(Ahmad bin Hanbal, az-Zuhd, 1/69)



