Al-Faruq, Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah membaca ayat ini,

ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ مِنْ بَعْدِهِمْ لِنَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

“Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.” (Yunus: 14)

Lantas, ia radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sungguh benar Rabb kita! Tidaklah Dia ﷻ menjadikan kita sebagai pengganti-pengganti (di antara kita atas yang lainnya) di bumi ini, melainkan agar Dia ﷻ melihat kepada amal yang kita lakukan. Karena itu, tunaikanlah sebaik-baik amal kalian di malam dan di siang hari, dalam keadaan tersembunyi dan terang-terangan hanya untuk Allah ﷻ (Ikhlas, semata mengharap ridha dan balasan terbaik dari-Nya, bukan dari selain-Nya).”

(Tafsir Ibnu Abi Hatim, 6/1934)