Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman,
وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
“Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Shad: 26)
Mu’awiyah bin Shalih meriwayatkan dari Abu Darda رَضِيَ اللهُ عَنْهُ bahwa ia berkata,
“Apabila seseorang memasuki waktu pagi, hawa nafsu dan amalnya akan berkumpul.
Jika amalnya mengikuti hawa nafsunya, maka harinya adalah hari yang buruk.
Namun jika hawa nafsunya mengikuti amalnya, maka harinya adalah hari yang baik.”
(Ibnul Jauzi, Shifatu ash-Shafwah, 1/636)



